Tidak ada ekonomi tanpa ruang hidup yang lestari.

Merintis ruang untuk Ekonomi Berbasis Alam melalui Agroforestri Regeneratif dan Restorasi Ekosistem secara Transparan.

Daya Reforestasi Indonesia

Ekonomi bukan lagi sekadar angka.

PT Daya Reforestasi Indonesia merupakan sebuah entitas yang berfokus pada bidang pengembangan ekonomi berbasis ekologi dengan perhatian utama terhadap pemulihan ekosistem, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penciptaan ruang ekonomi yang tetap mempertimbangkan keberlangsungan dan kelestarian lingkungan.

1

Daya tidak memandang persoalan lingkungan sebagai persoalan yang berdiri sendiri. Kerusakan lingkungan berkaitan dengan cara manusia menggunakan sumber daya alam, bagaimana pembangunan dilakukan, bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan ekonominya, serta bagaimana kesadaran dan akses terhadap pengetahuan lingkungan dibangun.

2

Karena itu, Daya tidak hadir semata-mata untuk menanam pohon atau mengembalikan tutupan hijau. Fokus tersebut merupakan bagian dari gagasan yang lebih besar: membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan harmonis antara manusia dengan alam di sekitarnya.

3

Dalam menjalankan perannya, Daya menempatkan dirinya sebagai salah satu dari banyak pelaku usaha berbasis ekologis. Perusahaan tidak memosisikan diri sebagai satu-satunya pihak yang memiliki solusi, melainkan sebagai penggerak, fasilitator, dan ruang kolaborasi yang memungkinkan masyarakat umum, komunitas, ahli, pegiat, institusi, dan berbagai pihak lainnya untuk ikut berkontribusi terhadap lingkungan.

4

Manusia dan Alam

Alam bukan sekadar sumber daya, Ia adalah syarat kehidupan.

Filosofi Daya Reforestasi Indonesia berangkat dari sebuah kesadaran sederhana: seluruh kebutuhan manusia berasal dari alam.

5

Manusia memperoleh pangan, air, udara, energi, bahan bangunan, dan berbagai kebutuhan kehidupannya dari sistem alam. Namun dalam proses pembangunan, manusia sering menempatkan dirinya seolah-olah berada di luar alam dan memiliki hak untuk menguasainya.

6

Daya memandang bahwa manusia pada dasarnya adalah bagian dari alam. Kemampuan manusia untuk membangun, mengembangkan teknologi dan mengubah lingkungan merupakan bentuk daya yang besar namun daya tersebut juga dapat berubah menjadi sumber kerusakan ketika digunakan tanpa batas dan tanpa mempertimbangkan keberadaan penghuni alam lainnya.

7

Karena itu, menjaga lingkungan bukan dipahami sebagai bentuk “kebaikan” manusia kepada alam. Menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai salah satu penghuni alam.

8

Bagi Daya, keberlanjutan bukan berarti manusia berhenti menggunakan alam. Manusia akan selalu membutuhkan alam. Yang perlu diubah adalah cara manusia mengambil, mengolah, dan memanfaatkan sumber daya tersebut secara bertanggung jawab sehingga fungsi ekologisnya tetap dapat berlangsung.

9

Manusia, Alam, dan Ekonomi

Daya tidak memandang lingkungan dan ekonomi sebagai dua kepentingan yang harus selalu dipertentangkan.

Di satu sisi, kebutuhan ekonomi masyarakat adalah kenyataan yang tidak dapat diabaikan. Di sisi lain, eksploitasi alam yang tidak terkendali pada akhirnya dapat menghilangkan sumber kehidupan yang menjadi dasar ekonomi itu sendiri.

10

Karena itu, Daya ingin membuka ruang bagi ekonomi berbasis ekologi. Sebuah pendekatan yang memungkinkan aktivitas ekonomi berjalan dengan tetap memperhitungkan kepentingan manusia, tanah, tumbuhan asli setempat, satwa, air, dan udara sebagai bagian dari satu keseimbangan ekosistem.

11

Pendekatan tersebut membuat keberhasilan sebuah program tidak cukup diukur dari berapa banyak pohon yang ditanam. Daya ingin melihat ekosistem secara lebih menyeluruh: bagaimana kondisi lingkungan berubah, bagaimana masyarakat sekitar memperoleh manfaat, bagaimana kegiatan ekonomi berkembang, serta bagaimana kesadaran masyarakat mengalami perubahan.

12

Karena itu, Daya memandang dampak ekologis, sosial, dan ekonomi sebagai beberapa sisi dari keberhasilan yang sama-sama perlu diukur.

13

Dasar Keyakinan

Tidak ada ekonomi dalam lingkungan yang rusak.

Daya percaya bahwa kerusakan lingkungan pada akhirnya tidak hanya menghasilkan persoalan ekologis, tetapi juga kelangkaan sumber daya dan kemiskinan yang terstruktur.

14

Ekonomi manusia membutuhkan tanah, air, udara, keanekaragaman hayati, dan berbagai sumber daya alam lainnya. Ketika sistem tersebut mengalami kerusakan, fondasi ekonomi manusia ikut melemah.

15

Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya persoalan konservasi. Menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga kemungkinan kehidupan dan ekonomi manusia untuk terus berlangsung.

16

Arah dan Tujuan

Membangun dan memperluas ekosistem usaha berbasis konservasi lingkungan yang memungkinkan manusia, alam, dan aktivitas ekonomi berjalan dan berkembang dalam harmoni.

17

Daya hadir untuk menambah jumlah pelaku usaha dan entitas ekonomi yang menjadikan konservasi lingkungan sebagai bagian dari aktivitas ekonominya.

18

Daya ingin menciptakan daya kolektif dengan mempertemukan sebanyak mungkin pihak yang memiliki kepedulian, kemampuan, pengetahuan, modal, maupun kesempatan untuk berkontribusi menuju ekosistem Indonesia yang lebih lestari, di mana keberlangsungan lingkungan berjalan harmonis dengan kesejahteraan masyarakat dan aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab.

19
433.751 ha

Hutan Indonesia yang hilang sepanjang 2025

Auriga Nusantara, via GoodStats

3.223

Kejadian bencana alam di Indonesia sepanjang 2025

BNPB, via Kumparan

12 juta ha

Lahan kritis yang ditargetkan untuk direhabilitasi

Menteri Kehutanan (2026), via Katadata

Di balik setiap angka terdapat masyarakat yang hidupnya bergantung pada tanah yang sama.

Menanam pohon ternyata bukan bagian tersulitnya.

Memulihkan lahan kritis melibatkan banyak pihak dan banyak kendala. Ironisnya, kendala yang paling sering kami temui datang dari tempat yang paling dekat: warga yang hidupnya sudah bergantung pada lahan itu.

Lereng yang seharusnya dilindungi ditanami komoditas semusim. Tanaman asli penjaga struktur tanah diganti tanaman berakar dangkal. Ini terjadi bukan karena warga tidak peduli. Dapur harus tetap mengepul hari ini, sementara manfaat hutan baru terasa bertahun-tahun lagi.

Melarang tanpa memberi pilihan hanya memindahkan masalah.

Selama menjaga hutan dianggap lawan dari mencari nafkah, lahan kritis akan terus bertambah.

Daya Reforestasi Indonesia hadir berkontribusi dengan tujuan sederhana agar menjaga alam dan kegiatan menopang perekonomian bisa berjalan searah beriringan.

Daya Reforestasi Indonesia adalah sebuah entitas yang bergerak di bidang sosial-ekologis. Kami memilih terdaftar sebagai perusahaan dengan pertimbangan bahwa pemulihan yang bisa menghidupi dirinya sendiri akan bertahan lebih lama daripada program yang hanya berjalan menunggu bantuan berikutnya.

Kami menyebutnya ekonomi berbasis ekosistem (Ecosystem-based Economy), di mana hutan yang dipulihkan juga menjadi sumber penghasilan yang adil bagi warga di sekitarnya.

  • Tanaman yang menghidupi

    Tanaman asli penjaga tanah ditanam berdampingan dengan komoditas bernilai ekonomi lewat pola agroforestri.

  • Masyarakat sebagai penggerak utama

    Warga setempat bekerja di proyek, dibimbing ahli, dan ikut menerima manfaat dari hasil hutan.

  • Tumbuh bersama lahan yang pulih

    Usaha kami tumbuh bersama lahan yang pulih. Ke mana laba kami mengalir, bisa Anda periksa di pembukuan kami.

Proyek yang sedang dikembangkan.

Akar Bambu

Agroforestri-Silvikultur

Mengembalikan lahan gundul, terutama di area perbukitan yang rawan longsor, menjadi hutan komoditas. Bambu, selain menyerap dan menahan air, juga membantu mengikat tanah di lereng. Katuk dan vanili* memberi penghasilan, dan tanaman asli setempat memulihkan ekosistemnya.

*Tanaman komoditas (selain bambu) akan disesuaikan dengan keadaan alami lahan tersebut dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Setiap kontribusi akan sangat berarti.

Benih

Ruang temu bagi para penggiat lingkungan. Dari hutan, laut, hingga keseimbangan ruang hidup urban. Benih diharapkan akan menjadi sebuah platform di mana masyarakat, komunitas, dan badan usaha saling menemukan dan menyelenggarakan kegiatan bersama.

Transparansi sebagai ciri khas Daya Reforestasi Indonesia

Dalam hal struktural, Daya Reforestasi Indonesia mengintegrasikan pemantauan ekosistem internal perusahaan dengan prinsip transparansi finansial untuk memastikan setiap dana investasi dimanfaatkan secara efisien dan efektif, sehingga berdampak langsung pada target perbaikan lingkungan sekaligus memberikan imbal hasil yang berkelanjutan.

Prinsip yang sama kami adopsi dalam pengelolaan setiap proyek yang dijalankan, di mana seluruh anggaran, biaya operasional, dan pendapatan manajemen dapat diakses secara terbuka oleh investor dan publik, didukung pemantauan ekosistem secara berkala.

Buku Kas Publik Pencatatan publik dimulai Oktober 2026
Total uang masukPendapatan usaha, modal, dan investasi
Menunggu
Porsi pengeluaran untuk proyekDari seluruh uang keluar
Menunggu
Pohon ditanamBatang, terverifikasi
Menunggu
Pekerja lokal terlibatOrang, terverifikasi
Menunggu
Angka akan tampil di sini setelah entri pertama diverifikasi. Buka pembukuan lengkap

Kami tidak memulai dari awal dan tidak bekerja sendiri.

Warga masyarakat, badan usaha, dan organisasi non-profit sudah lebih dulu berkontribusi untuk kelestarian alam Indonesia. Kami hadir untuk berkontribusi bersama seluruh pihak yang memiliki kepekaan yang sama.

  • Masyarakat

    Berkontribusi menginformasikan lahan kritis, bekerja di proyek kami, serta berbagi ilmu dan informasi.

    Daftar sebagai kontributor
  • Badan usaha

    Kemitraan penanaman dan pembelian hasil hutan, dengan laporan dampak yang bisa diperiksa siapa saja.

    Ajukan Kemitraan
  • Organisasi non-profit

    Berbagi data, lokasi, dan keahlian. Terhubung dengan penggiat lain lewat Benih.

    Mari Berkolaborasi

Lahan kritis di dekat Anda bisa menjadi hutan berikutnya.

Infokan kepada kami keberadaan lahan gundul atau rawan longsor. Tim kami akan memeriksa informasi Anda dan meneliti cara terbaik untuk memulihkannya bersama warga.

Sertakan lokasi (atau titik Google Maps), foto lahan, dan perkiraan luasnya.

Ada tanda longsor yang mengancam saat ini? Segera hubungi BPBD setempat atau 112. Formulir ini bukan layanan darurat.