Akar Bambu

Mengembalikan lahan gundul, terutama di perbukitan yang rawan longsor, menjadi hutan komoditas yang dirawat dan dipanen bersama warga sekitar.

Masalahnya

Lahan terlantar di lereng kehilangan tanaman yang dulu mengikat tanahnya. Saat hujan deras, lereng seperti ini paling rawan longsor.

Sering kali lahan itu tidak ditinggalkan karena warga tidak peduli. Lahan dialihkan ke tanaman semusim karena dapur harus tetap mengepul, sementara manfaat hutan baru terasa bertahun-tahun kemudian.

Akar Bambu bertujuan menciptakan dan menambah hutan komoditas

Kami menanam dengan pola agroforestri-silvikultur, di mana tanaman penjaga tanah tumbuh berdampingan dengan tanaman komoditas yang bisa dipanen dan bernilai ekonomi.

Hasilnya bukan hutan yang dipagari dari warga, tetapi hutan yang menghidupi warga di sekitarnya. Semakin pulih lahannya, semakin besar pula hasil yang bisa dimanfaatkan.

Yang kami tanam

  • BambuMenyerap dan menahan air, akarnya mengikat tanah di lereng. Batangnya bernilai jual.
  • KatukSayuran daun yang bisa dipanen berulang, memberi penghasilan sejak awal.
  • VaniliKomoditas bernilai tinggi yang tumbuh baik di bawah naungan.
  • Tanaman asli setempatMemulihkan ekosistem dan menjadi rumah bagi satwa lokal.

Tanaman komoditas (selain bambu) akan disesuaikan dengan keadaan alami lahan tersebut dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Peran warga

Sebagai pihak yang paling mengetahui tentang lahan yang akan dijadikan lokasi proyek dan sebagai penerima manfaat, warga setempat adalah pemeran utama.

Selain sebagai pekerja proyek (dibimbing ahli agroforestri) yang dibayar untuk menanam, merawat, dan memanen, warga sekitar dilibatkan dalam hal pengambilan keputusan terkait teknis di lapangan.

Sementara upah dan semua sirkulasi dana dicatat di Buku Kas Publik per peran, bukan per nama, sehingga siapa saja bisa memeriksa berapa yang sampai ke lapangan tanpa membuka data pribadi siapa pun.

Dari informasi warga sampai panen

  1. Informasi wargaWarga memberi tahu kami lewat situs ini.
  2. SurveiTim memeriksa lahan, tanah, dan kepemilikannya.
  3. Persiapan lahanBersama pemilik lahan dan warga sekitar.
  4. TanamBibit penjaga tanah dan komoditas.
  5. PerawatanDikerjakan pekerja lokal yang dibimbing ahli.
  6. PanenHasil hutan dijual, warga ikut menerima manfaat.

Angka proyek

Uang masuk
Menunggu
Uang keluar
Menunggu
Porsi dari total pengeluaran
Menunggu

Diambil dari Buku Kas Publik. Rincian setiap transaksi ada di halaman Transparansi.

Ikut terlibat

  • WargaBeri tahu kami lahan kritis di sekitar Anda, daftar sebagai kontributor, atau bekerja di proyek saat dimulai di daerah Anda.
  • Badan usahaKemitraan penanaman dengan laporan dampak yang bisa diperiksa siapa saja.
  • Pembeli hasil hutanBambu, katuk, vanili, dan hasil panen lain langsung dari lahan yang dipulihkan.